Komitmen Indonesia untuk Membeli Produk Pertanian dari Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Indonesia memiliki kewajiban untuk membeli produk pertanian dari negara Paman Sam senilai USD 4,5 miliar. Hal ini sejalan dengan komitmen yang telah diambil oleh Indonesia dan AS terkait pengurangan tarif ekspor ke Amerika. Tarif tersebut ditetapkan sebesar 19 persen, lebih rendah dibandingkan Vietnam yang mencapai 20 persen dan Malaysia yang mencapai 25 persen.
Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menyatakan bahwa gandum akan menjadi komoditas pertanian terbesar yang diimpor dari AS. “Untuk komoditas pertanian, gandum akan menjadi yang paling besar,” ujar Mentan Amran saat ditemui di Jakarta, Kamis (17/7).
Amran juga menegaskan bahwa impor gandum dari AS tidak akan mengganggu program ketahanan pangan nasional. Indonesia sudah terbiasa melakukan impor terhadap beberapa komoditas yang diperlukan, seperti jagung. Ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan impor jika stok suatu komoditas dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Tolong support kita ya,
Cukup klik ini aja: https://indonesiacrowd.com/support-bonus/
“Saya kira tidak masalah. Misalnya, kita biasa mengimpor jagung. Tapi, jika stok jagung cukup, kita tidak perlu mengimpor. Ada rekomendasi dari Kementerian Pertanian, jadi tidak masalah,” jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia menyampaikan komitmennya untuk terus membeli produk holtikultura dari AS, seperti gandum dan kedelai. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan empat pejabat utama AS yang terkait dengan isu dan kebijakan tarif. Pejabat tersebut antara lain Secretary of State AS, United States Trade Representative (USTR), Secretary of Commerce AS, serta Secretary of Treasury AS.
“Indonesia berencana untuk terus memberi produk agrikultur, antara lain gandum, kedelai, susu kedelai, dan juga akan meningkatkan pembelian barang modal dari Amerika,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Jumat (18/4).
Selain produk holtikultura, pemerintah RI juga menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pembelian energi dari AS. Beberapa produk yang dimaksud antara lain LPG, minyak buah (fruit oil), dan bensin.
Tidak hanya berupa janji impor, Indonesia juga akan memfasilitasi perusahaan-perusahaan AS yang selama ini beroperasi di Indonesia. Fasilitas yang diberikan meliputi kemudahan perizinan dan insentif. Hal ini dilakukan untuk mendukung kerja sama ekonomi antara kedua negara dan memperkuat hubungan bilateral.
Dengan langkah-langkah ini, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk menjaga keseimbangan perdagangan dengan AS sambil tetap menjaga kestabilan pangan dan energi nasional. Diharapkan, kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.