Berita  

Studi: Olahraga Lawan Kanker Payudara

Studi: Olahraga Lawan Kanker Payudara

Di dalam tubuh, terdapat pasukan penjaga yang bekerja tanpa henti: sel-sel kekebalan. Mereka berjaga di setiap sudut, mencari dan menghancurkan pengganggu, seperti virus, bakteri, atau sel tidak normal yang bisa berkembang menjadi kanker. Kekuatan mereka dapat ditingkatkan melalui latihan rutin. Gaya hidup sehat seperti olahraga teratur dan konsumsi makanan bernutrisi merupakan bagian dari latihan tersebut.

Temuan ilmu terbaru mengungkapkan bahwa aktivitas fisik tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga meningkatkan aliran darah yang kaya akan sel-sel yang mampu melawan kanker. Sel-sel tersebut menjadi lebih aktif dan siap menyerang ketika ada ancaman. Bagi pasienkanker payudara, hal ini membuka wawasan baru, bahwa olahraga mungkin bukan hanya sebagai pendukung terapi, tetapi bagian dari strategi perlindungan tubuh.

Penelitian ini diterbitkan pada awal Juli 2025 di dalam jurnalPenelitian dan Pengobatan Kanker PayudaraPara ilmuwan menekankan, meskipun pada individu yang menderita kanker payudara, olahraga yang terukur mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh, memberikan kesempatan lebih besar bagi tubuh untuk melawan penyakit.

Tolong support kita ya,
Cukup klik ini aja: https://indonesiacrowd.com/support-bonus/

1. Olahraga memicu “tentara” anti-kanker

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 32 pasien kanker payudara, para ilmuwan menemukan bahwa hanya dengan 45 menit berolahraga, tubuh langsung menghasilkan lebih banyak protein tertentu dalam aliran darah. Hal ini berlaku untuk latihan daya tahan maupunhigh-intensity interval training (HIIT).

Protein ini, yang dikenal sebagaimyokines, bekerja seperti prajurit yang dikirim otot untuk membantu tubuh menghadapi ancaman.

Ketika myokines ini diperkenalkan pada sampel sel kankerpayudara di laboratorium, pertumbuhan kanker bisa dikurangi hingga 30 persen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis olahraga sama-sama efektif dalam menghasilkanmyokines“Anti-kanker pada penyintas kanker payudara,” kata Francesco Bettariga, penulis utama dan peneliti dari Edith Cowan University, Australia, dalam pernyataan tertulis (29/7/2025).

2. Terjadi lonjakan protein

Dalam penelitian ini, darah para peserta diperiksa pada tiga waktu yang berbeda, yakni sebelum berolahraga, tepat setelah selesai, dan 30 menit kemudian. Data menunjukkan kenaikan sementara pada tiga jenismyokines: decorin, IL-6, dan SPARC.

Otot rangka melepaskan myokineske dalam aliran darah sebagai respons terhadap aktivitas fisik, umumnya untuk mendorong perkembangan jaringan atau mengurangi cadangan lemak. Namun, protein ini juga memiliki sifat anti-peradangan yang signifikan.

Penelitian pra-klinis dan eksperimen telah menunjukkan bahwa efek ini mampu menghambat pertumbuhan berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara. Sampai penelitian ini dilakukan, belum ditemukan bukti pasti bahwa mekanisme serupa juga berlaku pada para pasien yang telah sembuh dari kanker.

3. Dampak positif terhadap sel kanker yang sulit ditangani

Sel kanker triple-negative, yang menyebabkan jenis kanker payudara tertentu, tidak memiliki reseptor hormon. Oleh karena itu, awalnya para peneliti beranggapan bahwa sel-sel ini tidak akan terpengaruh oleh perubahan hormonal akibat olahraga. Namun, Bettariga dan tim justru menemukan bahwamyokineshasil yang diperoleh setelah berolahraga masih mampu memengaruhi sel kanker tertentu dalam pengujian laboratorium.

Temuan ini memperkuat bukti bahwamyokinesberpotensi menjadi alat untuk melawan kanker.

“Baik latihan kekuatan maupun high-intensity interval trainingmemicu perubahan mendadak pada tingkatmyokinesdalam darah dan mengurangi perkembangan sel kanker,” tulis para peneliti.

Meskipun demikian, mereka menekankan pentingnya melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak jangka panjang terhadap kemungkinan kambuhnya kanker payudara pada pasien yang telah sembuh.

Olahraga tidak hanya berguna untuk menjaga kesehatan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi menghadapi kanker. Penelitian ini menemukan bahwa satu sesi latihan saja mampu memicu respons tubuh yang membantu mengurangi perkembangan sel kanker. Meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut, temuan ini memberikan harapan baru bagi pasien kanker payudara.

Referensi

Bettariga, Francesco, Dennis R Taaffe, Cristina Crespo-Garcia, Timothy D Clay, Mauro De Santi, Giulia Baldelli, Sanjeev Adhikari, Elin S Gray, Daniel A Galvão, dan Robert U Newton. “Satu Sesi Latihan Kekuatan atau Latihan Interval Intensitas Tinggi Meningkatkan Myokina Anti-Kanker dan Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker In Vitro pada Penderita Kanker Payudara.” Penelitian dan Pengobatan Kanker Payudara, July 3, 2025.

Satu sesi latihan saja sudah memberikan hasil.Edith Cowan University. Diakses pada Agustus 2025.

Penelitian: Mengupil Mungkin Berkaitan dengan Penyakit Alzheimer Penelitian: Satu Porsi Makanan Kaya Lemak Mengganggu Aliran Darah ke Otak