Kisah Putri Diana Melanggar Aturan Kerajaan Tentang Menyusui, Sampai Diikuti Menantunya

Kisah Putri Diana Melanggar Aturan Kerajaan Tentang Menyusui, Sampai Diikuti Menantunya

Pastinya Bunda sudah tak asing lagi dengan Putri Diana. Dia adalah seorang ibu yang lemah lembut, penuh kasih sayang, dan selalu dekat dengan masyarakat. Namun, siapa yang menyangka bahwa dulu tindakan sederhana seperti menyusui anaknya sendiri hampir menciptakan kehebohan dalam lingkaran Kerajaan Inggris? Bagi kita sebagai ibu, tentunya ini terdengar biasa saja.

Tokoh yang dipandang sebagai simbol kebebasan dan perubahan dalam kalangan keluarga kerajaan Inggris ini mencengangkan publik bukan saja lewat gaya busana unik serta komitmennya pada pekerjaan amal, tapi juga dengan pilihannya sendiri sebagai seorang ibu. Kebijakannya tersebut merupakan langkah kontroversial yang saat itu dianggap menyinggung aturan istana.

Mari, Bunda, kita dengarkan ceritanya. Sangat menginspirasi!

Tolong support kita ya,
Cukup klik ini aja: https://indonesiacrowd.com/support-bonus/

Sekarang dulu, para perempuan di istana tidak memberi susu pada anak mereka sendiri.

Di kalangan keluarga kerajaan di Inggris, sudah menjadi tradisi lama bahwa para ibu bangsawa tidak umum memberikan ASI kepada anak-anak mereka sendiri. Mereka biasanya menyerahkan tugas merawat dan menyusui si Kecil kepada pengasuh profesional atau perawat.
nanny
yang memang sudah terlatih.

Misal saja, Ratu Elizabeth II, sang ibu dari Pangeran Charles, tidak memperkayakan susu untuk anak-anaknya. Ia terlalu sibuk menangani kewajiban kerajaan sehingga perawatan bayi diserahkan kepada pihak lain.

Akan tetapi, situasinya berubah saat Ratu Elizabeth menjadi seorang ibu dan ia memilih untuk memberikan ASI kepada semua buah hati mereka secara langsung. Walau pernah mengalami hentinya proses menyusu pada Pangeran Charles selama dua bulan akibat tertular penyakit campak, ratu tetap melanjutkan kebiasaan ini dengan kelahiran anak-anak lainnya.

Dikutip dari
The Guardian
Amy Licence, seorang ahli sejarah kerajaan, menunjukkan bahwa praktik ibu kerajaan menyusui bayi mereka merupakan suatu hal yang cukup modern. Dalam konteks sejarah, kebanyakan ratu atau anggota keluarga kerajaan cenderung enggan mempercayai manfaat langsung dari proses ini. Ada pula pandangan bahwa aktivitas tersebut bisa menjadi gangguan, atau bahkan dapat membawa risiko bagi keselamatan dirinya sendiri maupun sang anak.

Akibat dari kebiasaan tersebut, mayoritas bayi raja waktu itu diberikan kepada “wet nurse,” istilah untuk perempuan yang memberikan ASI pada anak orang lain lantaran ratu enggan menyusuinya sendiri.

“Putri-putri kerajaan umumnya hanyalah lambang saja, bertugas melahirkan anak setelah anak untuk memastikan kelangsungan dinasti. Ini menjadi amat vital pada periode dengan tingkat kematian bayi dan balita yang tinggi; sehingga lahirnya sang putera kedua, ketiga, atau bahkan keempat begitu berarti,” jelas Nyonya Licence.

“Menyusui memberikan efek pengendalian kelahiran, sehingga dengan memiliki bayi yang disusu oleh orang lain, para Ratu dapat melanjutkan pekerjaannya serta memulai proses kehamilan untuk menghasilkan pewaris selanjutnya,” katanya.

Akan tetapi, Ratu Diana yang memilih untuk melawan arus ini menjadikan dirinya pencetus tradisi baru bagi istri-istri raja. Nyonya Licence juga menyoroti bahwa Kate dan Pangeran William sering kali menerapkan metode pengasuhan yang terbuka dan jujur kepada buah hati mereka.

“Putri Diana memutuskan untuk menyusui William dan Harry secara langsung,” jelas Nyonya Licence.

Menantunya mengikuti jejak Diana

Setelah kematian Diana, kedua menantuanya, yakni Kate Middleton dan Meghan Markle, mengambil alih jejak sang mertua mereka. Keduanya melanjutkan pewarisan Diana dengan fokus pada pentingnya hubungan emosional antara ibu dan anak, sementara juga membuktikan bahwa meskipun tergabung dalam dinasti kerajaan, tetap dimungkinkan untuk menjalankan perannya sebagai ibu yang sesungguhnya.

Kate Middleton

Kate merupakan istrinya Pangeran William. Dikenal sangat sibuk dalam perannya sebagai ibu, dia memilih untuk memberikan ASI pada kedua belas putra-putranya: Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis. Selain itu, Kate kerap mengungkapkan nilai dari keterlibatan seorang ibu selama masa awal perkembangan si buah hati tersebut. Dia terlihat sebagai wanita karir yang tetapi mampu menjaga hubungan erat dengan keluarganya termasuk sang anak-anaknya.

Meghan Markle

Meghan, istrinya Pangeran Harry, juga memutuskan untuk menyusui Archie dan Lilibet, buah hatinya. Meghan sempat mengatakan bahwa tujuannya adalah menjadi seorang ibu yang dapat menciptakan lingkungan penuh keamanan dan kasih sayang bagi anak-anaknya. Dia lebih condong pada gaya hidup sederhana jauh dari istana demi membina generasi mereka dalam suasana yang lebih terbuka serta dipenuhi oleh cinta.

Pilihan Redaksi

  • Warisan Tradisi Menyusui dari Putri Diana kepada Cucu-C cucunya di Kerajaan Inggris

  • Tinggalkan Kesannya yang Lembut, Kate Middleton Mengikuti Langkah Ratu Elizabeth II dalam Merawat dan Menyusui Anak-Anaknya

  • Cerita Ratu Elizabeth II Melanggar Peraturan Istana Terkait Pemberian ASI Hingga Ketidakpuasan Saudaranya Sendiri

Untuk bunda yang ingin berbagi pengalaman tentang parenthood sambil memiliki kesempatan memenangkan hadiah-hadiah menarik, silakan bergabung dengan komunitas Squad. Untuk mendaftar, cukup klik linknya.

SINI.

Gratis!