Kenali Tanda-Tanda Pelaku Pencabar Seks, Lindungi Keluarga Anda dari Bahaya

Kenali Tanda-Tanda Pelaku Pencabar Seks, Lindungi Keluarga Anda dari Bahaya




Kekerasan seksual tidak hanya mencakup paksaan fisik saja. Kadang-kadang hal ini muncul secara sembunyi-sembunyi, terselubung oleh senyuman hangat atau puji-puji yang tampapnnya menyenangkan. Oleh karena itu, sangatlah krusial bagi kita untuk mengenal karakteristik dari pelaku kekerasan seksual agar dapat lebih berhati-hati dan menjaga diri sejak dini.

Sebab kenyataannya, kekerasan seksual dapat menimpa siap pun, tak peduli usia, latar belakang, ataupun lokasi. Hal ini mungkin terjadi di lingkungan pendidikan, area pekerjaan, dalam kediaman pribadi, dan bahkan melalui perangkat seluler mereka.

Apa Itu Kekerasan Seksual?

Singkatnya, kekerasan seksual mencakup semua jenis tindakan seksual yang dilakukan tanpa adanya persetujuan dari pihak korban. Tipe-typenya bermacam-macam mulai dari kasus terberat seperti pemerkosaan, hingga perlakuan tidak menyenangkan lainnya yang cenderung diremehkan, misalnya komentar vulgar, sentuhan tak senonoh tanpa ijin, bahkan pengiriman gambar atau klip dengan konten eksplisit secara ilegal.

Tolong support kita ya,
Cukup klik ini aja: https://indonesiacrowd.com/support-bonus/

Segala hal tersebut dapat menimbulkan dampak pada korban berupa rasa trauma, malu, serta ketakutan. Yang membuatnya semakin menyedihkan adalah sering kali para pelaku berasal dari orang-orang di sekitar korban. Mereka mungkin saja merupakan tetangga, pasangan, sahabat dekat, atau bahkan anggota keluarga mereka sendiri.

Karakteristik Utama Penyerang Kejahatan Seksual

Pelaku kekerasan seksual tidak selalu nampak mengejutkan atau mengerikan. Justru sebaliknya, mereka kerap kali kelihatan “biasa saja”, baik hati, pandai dalam berinteraksi sosial, serta mahir memenangkan simpati orang lain. Namun, tetap ada indikator tertentu yang perlu dipantau:

* Memiliki riwayat masa lalu gelap, misalnya trauma atau menjadi korban perlakuan tidak senonoh di usia muda.

* Catatan pidana, terutama yang berhubungan dengan tindak kekerasan atau pelecehan.

* Lingkungan rumah tangga yang mengalami kekerasan ketika masa pertumbuhan dan perkembangan.

* Menjadi bagian dari budaya patriarki, di mana wanita dilihat sebagai “kedudukan kedua”.

* Memiliki fantasi seksual yang tidak biasa, seperti ketertarikan pada kontrol atau kedaulatan dalam hubungan intim.

* Cenderung anti-sosial, manipulative, dan selalu ingin mendominasi.

* Penggunaan alkohol atau obat-obatan yang dapat mengurangi kesadaran diri.

Di sisi lain, orang yang melakukan tindakan kekerasan seksual pada anak-anak umumnya memiliki tendensi pedophilia dan kerapkali menerapkan pendekatan dengan cara-cara halus seperti menarik perhatian melalui ajakan bermain, pemberian hadiah, atau membina ikatan emosi sehingga anak menjadi merasa aman.

Taktik Halus yang Diam-diam Dipakai oleh Para Pemain

Banyak penjahat ini tidak secara langsung melakukan tindakan keras. Mereka biasanya dimulai dengan membina kepercayaan korbannya. Janji manis, penghargaan, hadiah, atau puja-puji kerap menjadi alat pertama yang digunakan. Setelah korban telah merasa yakin dan bergantung secara emosional, barulah mereka meneruskan dengan perilaku kekerasan.

Sejumlah penjahat bahkan melakukan ancaman, manipulasi lisan, atau menyebabkan kekerasan fisik serta penggunaan senjata Tajam untuk mencegah korban bertindak balas atau melaporkannya.

Siapakah Yang Mudah Menjadi Korbannya?

Sebenarnya, tak terdapat deskripsi spesifik tentang jenis orang yang menjadi korban. Namun, beberapa situasi di bawah ini dapat menaikkan probabilitas risikonya:

* Belum matang atau kurang pengalaman.

* Sebelumnya pernah menjadi korban kekerasan seksual.

* Hidup dalam lingkungan yang kurang beruntung atau tak terlindungi.

* Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang.

* Berkarir dalam sektor berisiko tinggi, misalnya sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

* Berada di dalam sebuah hubungan dengan ketidakseimbangan finansial atau tingkat sosial.

Walau demikian, hal itu tidak berarti wanita yang memiliki pendidikan terbaik dan kemandirian ekonomi tak akan mengalami pelecehan seksual. Banyak laporan mencatat bahwa orang dekat, termasuk suami mereka, sering kali jadi tersangkanya.

Waspada dan Jangan Diam

Memahami gejala-gejala tersebut tidak berarti kita harus menjadi paranoid terhadap setiap individu, tetapi sebaiknya kita lebih hati-hati. Kamu tidak boleh merasa bersalah ketika mengalami hal buruk itu, dan jangan sungkan untuk meminta pertolongan. Kekejian seksual merupakan sebuah kriminalitas, bukan suatu malu.

Perhatikan dirimu sendiri, yakini perasaanmu, dan jangan ragu mengucapkan “tidak”. Yang terpenting adalah jangan sampai penjahat beredar tanpa hambatan hanya karena korbannya memilih bungkam. Suaramu dapat menjadi benteng perlindungan bagi kamu dan juga orang lain di sekitarmu. ***