Kebangkitan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

by -64 Views

Oleh: Teguh Anantawikrama
(Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Transformasi Tehnologi dan Digital)

Di tengah dunia yang sedang menghadapi ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi global, ancaman krisis pangan, hingga fragmentasi perdagangan internasional, Indonesia justru memiliki peluang besar untuk menjadikan momentum ini sebagai titik kebangkitan nasional baru.

Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan sejarah berdirinya kesadaran kolektif bangsa, tetapi harus menjadi energi persatuan untuk menjawab tantangan zaman. Ketika banyak negara sibuk menghadapi tekanan domestik dan konflik global, Indonesia memilih memperkuat fondasi masa depan bangsa: manusia, pangan, energi, dan pertahanan.

Pemerintah saat ini sedang memperkuat generasi penerus melalui peningkatan kualitas gizi anak, pembangunan sekolah berkualitas dan terintegrasi, serta membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi seluruh rakyat Indonesia. Langkah ini bukan sekadar program sosial, melainkan investasi strategis jangka panjang untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045.

Program pemenuhan gizi nasional bahkan ditargetkan menjangkau puluhan juta anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Pemerintah juga meningkatkan alokasi pendidikan hingga mencapai lebih dari Rp757 triliun dalam APBN 2026, angka tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Di bidang ekonomi, Indonesia menunjukkan ketahanan yang relatif kuat dibanding banyak negara berkembang lainnya. Pemerintah dan Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,2%–5,8% di tengah perlambatan global dan ketidakpastian perdagangan dunia.

Ketahanan ekonomi ini ditopang oleh konsumsi domestik yang besar, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, serta transformasi digital nasional. Bahkan di tengah tekanan global, sektor manufaktur, perdagangan, pertanian, dan investasi tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional.

Namun kebangkitan bangsa tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi. Dunia hari ini sedang memasuki era baru di mana ketahanan pangan dan energi menjadi instrumen geopolitik utama.

Karena itu Indonesia memperkuat ketahanan pangan secara serius melalui pembangunan lumbung pangan, modernisasi pertanian, penguatan irigasi, distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran, hingga penguatan cadangan beras nasional. Pemerintah bahkan mencatat peningkatan produksi beras dan penguatan stok pangan nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Ketahanan pangan bukan hanya soal memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menjaga stabilitas sosial dan menjaga kedaulatan bangsa di tengah ancaman krisis global. Kita belajar dari banyak negara bahwa ketika pangan terganggu, maka stabilitas nasional ikut terancam.

Di sektor energi, Indonesia juga sedang mempercepat transformasi menuju kemandirian energi dan energi baru terbarukan. Pemerintah memperkuat produksi migas nasional sekaligus mempercepat pengembangan energi surya, panas bumi, bioenergi, dan hidro sebagai bagian dari strategi kedaulatan energi jangka panjang.

Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kekuatan energi hijau dunia karena kekayaan sumber daya alam dan posisi strategisnya dalam rantai pasok global, termasuk mineral penting untuk kendaraan listrik dan industri masa depan.

Sementara itu, ketahanan pertahanan juga menjadi prioritas penting. Dunia saat ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi harus diimbangi dengan kekuatan pertahanan dan diplomasi. Modernisasi alat utama sistem pertahanan, penguatan industri pertahanan nasional, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi langkah penting menjaga stabilitas kawasan dan kedaulatan negara.

Indonesia memiliki posisi geopolitik yang sangat strategis. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, anggota G20, anggota BRICS, dan pusat jalur perdagangan Indo-Pasifik, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan global. Indonesia harus menjadi pemain utama yang mampu menjaga keseimbangan dunia sekaligus memperjuangkan kepentingan nasionalnya.

Momentum krisis global ini harus kita curi menjadi momentum kebangkitan bangsa Indonesia.

Saat banyak negara menghadapi pesimisme, Indonesia justru harus memperkuat optimisme nasional. Saat dunia mengalami fragmentasi, Indonesia harus memperkuat persatuan. Dan saat banyak bangsa sibuk bertahan, Indonesia harus mulai melangkah menjadi kekuatan dunia baru yang disegani.

Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi penanda bahwa bangsa ini tidak takut menghadapi perubahan zaman. Dengan persatuan, ketahanan nasional, dan keberanian mengambil peluang global, Indonesia bukan hanya mampu bertahan, tetapi mampu bangkit lebih kuat.

Karena masa depan bangsa besar tidak ditentukan oleh seberapa besar tantangannya, tetapi oleh seberapa besar keberanian rakyatnya untuk bangkit bersama.

No More Posts Available.

No more pages to load.