Kasatreskrim Polres Metro Jakbar Arfan Zulkan Sipayung: Saksi Ungkap Jurnalis Sulteng Situr Wijaya Keluhan Nyeri Dada Sebelum Meninggal

Kasatreskrim Polres Metro Jakbar Arfan Zulkan Sipayung: Saksi Ungkap Jurnalis Sulteng Situr Wijaya Keluhan Nyeri Dada Sebelum Meninggal



– Polres Metro Jakarta Barat terus menginvestigasi kasus yang diduga melibatkan jurnalis dari Sulawesi Tengah bernama Situr Wijaya.

Namun, menurut kesaksiana, ternyata Situr pernah mengeluh tentang rasa nyeri di daerah dadanya. Penyebab kematiannya masih belum dapat dipastikan.

Kepala Kareskim Polres Metropolitan Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengatakan bahwa tim mereka sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang berkaitan dengan insiden kematian wartawan berasal dari Sulawesi Tengah itu.

Saksi-saksi termasuk pegawai hotel, kepala RT, serta sahabat dari almarhum. “Dari keterangan sahabatnya tersebut disebutkan kalau almarhum merasa nyeri di dada. Tidak tahu apakah itu terkait dengan jantung atau paru-parunya,” ungkapnya.

Namun, kecocokan antara keterangan saksi mata dan hasil otopsi jenazah belum dapat ditentukan. Dia menjelaskan pada Jawa Pos bahwa mereka masih menantikan hasil dari otopsi itu sendiri. Sejauh ini, pemeriksaan awal atau visum telah dilakukan.

Untuk tujuan apa Situr ada di hotel? Menurut Arfan, dari informasi pertama terlihat bahwa Situr sedang bertugas. “Masalah kerjaannya di Jakarta,” jelasnya.

Tentunya sampai sekarang, Kepolisian Resor Jakarta Barat terus menginvestigasi penyebab kecelakaan meninggalnya sang jurnalistik itu. Hingga detik ini belum ada informasi spesifik apakah ia meninggal karena penyakit atau malah diduga sebagai korban pembunuhan layaknya laporan dari pengacara keluarga Situr.

Sebelumnya, jurnalis berasal dari Sulawesi Tengah bernama Situr Wijaya, berusia 32 tahun, telah meninggal di sebuah hotel yang terletak di Jakarta Barat pada hari Jumat tanggal 4 April.

Keluarga Situr Wijaya yang dilayani oleh kuasa hukum mereka, Rogate Oktoberius Halawa, telah melapor kepada Polda Metro Jaya mengenai kematian Situr dengan alasan adanya dugaan anomali seperti memar dan luka sobek pada area leher belakang. Dalam hal ini, Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) sedang aktif dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui detailnya.

Terkait laporan tentang kemungkinan pembunuhan yang dialami oleh Situr Wijaya, Kasatreskrim Polres Metro Jakbar AKBP Arfan Zulkan Sipayung menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai insiden ini. Dia menjelaskan, “Secara jelas, dari hasil visum diketahui adanya memar pada tubuh korban, khususnya di area wajah.”

Hematoma postmortem atau livor mortis dapat muncul pada jenazah dikarenakan proses pengalihan darah menuju bagian bawah tubuh disebabkan oleh gaya gravitasi serta hentinya detak jantung. “Tidak ada kekerasan yang menyebabkan hematoma ini,” tegasnya.

Menurut dia, para pejabat masih berusaha agar insiden tersebut menjadi jelas dan transparan. Dia menjelaskan bahwa telah menerima laporan tentang hal itu yang ditujukan kepada Polda Metro Jaya. Hal ini disampaikannya saat diwawancara oleh Jawa Pos pada hari Sabtu malam.

Diketahui bahwa keluarga Situr Wijaya telah mengajukan laporannya kepada Polda Metro Jaya terkait insiden yang dialaminya. Menurut pernyataan kuasa hukum keluarga Situr Wijaya, yaitu Rogate Oktoberius Halawa, saat diwawancara dari Palu pada hari Sabtu (5/4), mereka menyampaikan bahwa “Telah diserahkan laporan resmi ke Polda Metro Jaya berkaitan dengan kasus diduga pembunuhan sesuai ketentuan Pasal 338 KUHP.” Informasi ini dikonfirmasi oleh pihak pengacara saat berbicara langsung dari lokasi.

Laporan terkait dugaan pembunuhan Situr Wijaya diregistrasi dengan nomor LP/B/2261/IV/2025/SPKT/Polda Metro Jaya.

Rogate menyebutkan bahwa kemungkinan Situr Wijaya menjadi korban pembunuhan mulai timbul setelah menemukan beberapa ketidakwajaran dalam kasus kematian jurnalis asal Palu, Sulawesi Tengah itu.

“Sesudah meninjau gambar-gambar si korban, pihak keluarga meragukan jika kecelakaan adalah penyebab kematian mereka. Dari foto yang ditampilkan, tampak adanya bercak darah di area hidung dan mulut, memar pada muka beserta tubuhnya secara keseluruhan, juga terdapat goresan di sekitar leher bagian depan,” ungkap Rogate seperti dilansir Antara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com