, JAKARTA — Departemen Koperasi (Kemenkop) menyatakan bahwa aset desa yang dalam kondisi tidak terpakai seperti balai desa, bekas bangunan SD Inpres, maupun aset yang sebelumnya dikelola oleh PT Pos Indonesia dapat dimanfaatkan untuk keperluan operasional.Koperasi Desa Merah Putih.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menyampaikan bahwa tanpa dukungan aset fisik, kegiatan Kopdes yang direncanakan beroperasi sebanyak 15.000 unit pada bulan Agustus tidak akan berjalan secara optimal. Ia juga mengajak Satuan Tugas (Satgas) Kopdes untuk mempercepat proses inventarisasi.
Maka berapa jumlahnya dan di mana letaknya, aset ini perlu didaftarkan agar nantinya dapat dimanfaatkan olehKoperasiDesa yang kini memasuki tahap operasionalisasi pada bulan Agustus–September,” ujar Ferry dalam pernyataan tertulis, Rabu (27/8/2025).
Tolong support kita ya,
Cukup klik ini aja: https://indonesiacrowd.com/support-bonus/
Bukan hanya di tingkat desa, pihaknya juga berupaya memanfaatkan aset yang dimiliki oleh pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih.
Ferry menyampaikan bahwa proses pengumpulan data dan inventarisasi hingga saat ini masih terus dilakukan oleh berbagai kementerian dan lembaga, sehingga yakin bahwa aset yang bisa dimanfaatkan akan terus meningkat.
Ini merupakan bentuk dukungan untuk mempercepat operasionalisasi, di mana setiap kementerian menyerahkan data asetnya yang nanti akan kami gabungkan dalammicrosite,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Fasilitasi Perencanaan, Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahri menyatakan bahwa masih banyak desa serta pemerintah daerah yang belum menyampaikan laporan aset mereka.
Dari total lebih dari 75.266 desa, hanya sekitar 21 persen atau 16.059 desa yang telah mengirimkan laporan inventarisasi aset. Artinya, masih terdapat 59.207 desa yang belum melaporkan.
“Kendala utama dalam inventarisasi aset belum optimal karena belum adanya pemisahan data yang jelas antara aset tanah dan bangunan yang digunakan maupun yang tidak terpakai,” katanya.
Pada perkembangan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan bahwa 15.000 Koperasi Desa Merah Putih siap berjalan pada bulan Agustus ini.
Tidak hanya di tingkat nasional, Zulhas melanjutkan menjelaskan bahwa pemerintah bersiap mengoperasikan Kopdes Merah Putih secara berkelanjutan melalui Satgas di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Sampai saat ini, ia menyebutkan bahwa Satgas Kopdes Merah Putih telah dibentuk di 34 provinsi, kecuali wilayah Papua yang dinilai memerlukan waktu lebih lama.
“Kami telah menyusun rencana agar bulan ini bisa menyelesaikan sekitar 15.000 [Kopdes] yang sudah beroperasi,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025).