Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai proyek infrastruktur dengan tujuan meningkatkan integrasi dan merangsang perkembangan ekonomi. Sebagai contoh adalah Jembatan Leta Oar Ralan, yang sering disebut pula sebagai Jembatan Wear Arafura.
Jembatan itu mengaitkan Pulau Yamdena dengan Pulau Larat yang berada di Kabupaten Kepulauan Tanimber, provinsi Maluku. Dimuali pembangunan dari bulan Desember tahun dua ribu enam belas dan diluncurkan secara resmi di awal tahun two ribu sembilan belas, strukturnya mencerminkan perkembangan fasilitas umum dalam kawasan ujung Timur Nusantara.
Tolong support kita ya,
Cukup klik ini aja: https://indonesiacrowd.com/support-bonus/
Dengan ukuran 322,8 meter dalam hal panjang dan 10 meter untuk lebarnya, struktur jembatan ini telah direalisasikan dengan dana sekitar Rp 123,07 miliar berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pada masa itu, Satrio Sugeng Prayitno berperan sebagai kepala BPJN XVI Ambon ikut serta memastikan kelancaran proses pembuatan projek sampai tuntas.
Direktur Eksekutif dari Institut RODA, Ahmad Rijal Ilyas, menyatakan bahwa adanya Jembatan Wear Arafura memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan keterhubungan dan perkembangan ekonomi di Maluku.
“Tujuan primer membangun jembatan ini adalah mengakhiriisolasi daerah serta meningkatkan efisiensi transportasi yang sebelumnya sangat bergantung pada penyeberangan konvensional. Berdasarkan pernyataan Rijal hari Rabu (27/5), dengan hadirnya jembatan tersebut, tidak hanya distribusi barang-barang logistik saja yang menjadi lebih baik, tetapi akses ke pendidikan dan pelayanan kesehatan pun telah meningkat signifikan,” katanya dalam rilis resmi-nya.
Kegunaan jembatan Wear Arafura saat ini sudah dirasai secara langsung oleh warga setempat. Para petani dan nelayan dapat mengantar produk pertanian dan ikan mereka dengan lebih mudah menuju pasaran. Sementara itu, pelajar tak perlu khawatir kondisi cuaca lautan lagi ketika hendak bersekolah.
Di samping itu, jembatan ini sudah menstimulasi invesment-baru, seperti pembangunan pasar dan hotel, sehingga menguatkan daya tarik pariwisata pesisir di area tersebut.
Projek ini adalah sebagian dari program Nawacita yang bertujuan untuk menggerakkan pembangunan Indonesia mulai dari daerah perbatasan. Sampai saat ini, Jembatan Wear Arafura tetap beroperasi dengan baik dan sudah menjelma sebagai simbol kebanggan warga masyarakat di Kepulauan Tanimbar.
Pemerintah setempat secara berkala melaksanakan perawatan sederhana dan mengiklankan jembatan tersebut sebagai elemen utama dalam rangkaian tur terintegrasi yang berlokasi di wilayah tenggara Maluku.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku pada periode kuartal I tahun 2025 mencapai angka 5,07 persen jika dibandingkan dengan tahun yang sama di tahun sebelumnya. Dari segi produksi, peningkatan terbesar dialami oleh sektor transportasi dan logistik dengan laju pertumbuhan 8,16 persen secara year-on-year.
Di segi belanja, peningkatan terbesar diraih dari bagian konsumsi pemerintahan yang naik sebanyak 9,21 persen.