news  

Beberapa Penyebab Mesin Overheat, Nomor 4 Paling Umum

Beberapa Penyebab Mesin Overheat, Nomor 4 Paling Umum

– Sering terjadi mesin mobil mengalami panas berlebih saat sedang digunakan.

Tentu, berikut beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Penyebab overheating ini bisa bermacam-macam, dan jika tidak segera diperbaiki atau diatasi, dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin. 2. Banyak faktor yang dapat menyebabkan overheat, dan jika tidak segera diperbaiki, akan berdampak buruk pada komponen mesin. 3. Penyebab terjadinya overheat ini beragam, dan jika tidak segera ditangani, dapat merusak komponen dalam mesin. 4. Banyak hal yang bisa menjadi penyebab overheat, dan jika tidak segera diperbaiki, akan berujung pada kerusakan pada komponen mesin. 5. Penyebab overheat ini berbagai macam, dan jika tidak segera diperbaiki, dapat menyebabkan kerusakan pada bagian dalam mesin.

Tolong support kita ya,
Cukup klik ini aja: https://indonesiacrowd.com/support-bonus/

Bahkan lebih parah lagi, mesin kendaraan akan mengalami kerusakan total akibat macet atau istilah di bengkel disebut ngejim.

Pada kondisi ini, piston dapat terkunci, katup melengkung akibat ekspansi termal, sehingga kepala silinder mengalami deformasi.

Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan mesin mengalami overheating, perhatikan hingga selesai!

1. Penutup radiator rusak atau tidak sesuai dengan spesifikasi.

Soal ini umumnya terjadi karena usia pemakaian, akibat komponen pada cap (tutup) radiator yang terbuat dari bahan karet, kondisinya sudah mulai retak karena terpapar panas dari coolant.

Akibatnya, tutup radiator tidak mampu mengontrol tekanan cairan pendingin di dalam radiator.

Jika komponen ini perlu diganti, pastikan spesifikasi tutup radiator sesuai dengan yang disarankan pabrikan.

Jika tidak sesuai, maka katup pada radiator tidak akan terbuka saat tekanan radiator meningkat akibat suhu mesin yang tinggi.

Ini dapat menyebabkan mesin mengalami overheating akibat sirkulasi cairan pendingin yang tidak berjalan dengan optimal.

2. Radiator bocor atau tersumbat.

Ini umumnya disebabkan oleh erosi pada sirip radiator. Terkadang juga karena radiator diisi dengan air biasa bukan cairan khusus radiator (coolant).

Karena, kandungan oksigen dalam air yang bersentuhan dengan logam akan menyebabkan reaksi kimia yang berujung pada korosi.

Akibat korosi tersebut, radiator yang terbuat dari logam akan mengalami erosi dan menyebabkan kebocoran.

Dalam kebocoran ini, cairan pendingin terbuang sehingga tidak cukup untuk mengurangi suhu mesin kendaraan.

Jika cairan pendingin tidak mampu mendinginkan mesin dalam jangka waktu lama, berarti mesin mengalami suhu yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan kelebihan panas.

Jika sudah rusak atau kinerjanya menurun, radiator tidak akan mampu mengatur suhu mesin secara efektif. Hal ini perlu segera diatasi.

Perbaikan atau layanan dapat dilakukan, jika radiatornya terbuat dari logam kuningan di bagian kepala atau ujungnya.

“Caranya dengan las atau ganti kepala,” jelas Anwar Lubis dari bengkel Ridho, yang merupakan spesialis radiator di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Namun jika radiator mobil terbuat dari plastik pada bagian water tank, tidak dapat diperbaiki dengan cara dilas. Akibatnya harus dilakukan penggantian.

Oh ya, selain kebocoran, radiator yang tersumbat juga dapat menyebabkan mesin mengalami overheating, karena aliran cairan pendingin tidak lancar.

3. Kipas motor tidak berfungsi atau dayanya lemah.

Untuk mendinginkan radiator, diperlukan sirkulasi udara yang dihasilkan oleh kipas motor.

Jika kipas motor berhenti, maka tidak terjadi aliran udara yang mendinginkan cairan pendingin di radiator.

Oleh karena itu, suhu mesin tetap tinggi karena cairan pendingin tidak mampu menurunkan suhu mesin.

Akibatnya, suhu di dalam ruang bakar mesin tetap tinggi dan berpotensi menyebabkan mesin mengalami overheating.

Jika motor kipas atau motor fan dalam keadaan lemah atau tidak optimal, maka kemampuan kipas dalam mendinginkan radiator juga akan terganggu.

Beberapa tanda terjadi kerusakan pada kipas radiator atau motor kipas.

Yang paling jelas terlihat adalah lampu indikator suhu mesin yang menyala, menunjukkan bahwa mesin sedang mengalami overheating. Baik saat kondisi lalu lintas macet maupun saat berkendara perlahan.

Namun, suhu mesin kembali stabil (menurun) ketika kendaraan berjalan dengan kecepatan di atas 50 km/jam.

4. Terlambat mengganti oli mesin.

Minyak mesin yang lama tidak diganti cenderung menguap akibat panas dari mesin kendaraan.

Jika kita tidak rutin memeriksa tingkat oli menggunakan dipstick, tidak menutup kemungkinan mesin mengalami kekurangan pelumasan, yang bisa menyebabkan gesekan berlebihan antar bagian mesin.

Ternyata gesekan kasar tersebut mampu menghasilkan panas di dalam ruang bakar mesin.

Sangat berbahaya jika oli mesin habis (kosong), bisa menyebabkan mesin tidak bisa dinyalakan karena komponen dalam mesin akan saling menempel satu sama lain.

Kurang sering mengganti oli dapat memicu terbentuknya endapan oli, yang berpotensi menyumbat saluran pelumasan.

Jika aliran oli terganggu, maka pasti akan menyebabkan gesekan antar komponen menjadi lebih kasar, serta berpotensi menyebabkan panas berlebih.