news  

BMKG: Waspada Ombak 4 Meter dan Hujan Lebat dari Dua Bibit Siklon

BMKG: Waspada Ombak 4 Meter dan Hujan Lebat dari Dua Bibit Siklon

Dampak Bibit Siklon Tropis terhadap Wilayah Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa bibit siklon tropis 90S yang berada di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera sedang memberikan dampak tidak langsung terhadap wilayah perairan Indonesia. Beberapa daerah yang terdampak antara lain Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu, sebelah barat Lampung, sebelah selatan Banten, serta sebelah selatan Jawa Barat yang mengalami gelombang tinggi hingga mencapai 4,0 meter.

Di wilayah daratan, bibit siklon yang telah berkembang sejak 13 Juli 2025 ini menyebabkan ombak dengan ketinggian antara 1,25 sampai 2,50 meter. Wilayah-wilayah yang terkena dampak ombak tersebut adalah perairan barat Bengkulu–Lampung, Selat Sunda bagian selatan, serta perairan selatan Banten dan Jawa Barat. BMKG menjelaskan bahwa bibit siklon 90S diperkirakan akan meningkat secara perlahan, ditandai dengan peningkatan kecepatan angin. Informasi ini disampaikan dalam analisis yang dirilis pada Rabu pagi, 16 Juli 2025.

Tolong support kita ya,
Cukup klik ini aja: https://indonesiacrowd.com/support-bonus/

Selain bibit siklon 90S, BMKG juga menemukan adanya pengaruh dari bibit siklon tropis 96W. Bibit siklon ini muncul di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat sejak 15 Juli 2025. Dampaknya adalah gelombang tinggi dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,50 meter di perairan utara Maluku. Selain itu, daerah seperti Sulawesi Tengah bagian utara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya bisa mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat.

BMKG menyatakan bahwa potensi bibit siklon 96W untuk berkembang menjadi siklon tropis memiliki peluang tinggi di masa depan. Hal ini memperkuat kekhawatiran akan perubahan cuaca yang lebih ekstrem di beberapa wilayah Indonesia.

Dalam konteks dinamika atmosfer yang terjadi, BMKG telah memberikan peringatan dini cuaca untuk wilayah Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara pada periode 15-17 Juli. Ketiga wilayah tersebut, bersama dengan Papua Tengah, diminta untuk siaga terhadap hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Peringatan serupa juga diberikan untuk wilayah Papua Pegunungan pada periode 18-21 Juli.

Daftar Wilayah yang Terdampak Cuaca Ekstrem

Berikut adalah daftar wilayah yang diperingatkan oleh BMKG karena potensi cuaca ekstrem:

  • Gorontalo
  • Sulawesi Tengah
  • Maluku Utara
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan

Wilayah-wilayah ini perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan informasi terkini mengenai perkembangan cuaca. Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada terhadap ancaman banjir, tanah longsor, atau gangguan transportasi akibat hujan deras dan angin kencang.

Langkah Pencegahan dan Penanggulangan

BMKG merekomendasikan kepada masyarakat dan pihak terkait untuk segera melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti:

  • Memastikan keamanan bangunan dan infrastruktur.
  • Menyiapkan alat perlindungan diri seperti payung, jas hujan, dan alat pemadam api.
  • Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan angin kencang.
  • Menjaga komunikasi dengan pihak berwenang dan memperhatikan informasi cuaca secara berkala.

Dengan adanya peringatan dini dari BMKG, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang bisa terjadi dalam waktu singkat.