Dua Kelompok Pendukung Pilcada Puncak Jaya Bertabrakan, 59 Orang Terluka

Dua Kelompok Pendukung Pilcada Puncak Jaya Bertabrakan, 59 Orang Terluka





,


Jakarta


– Konflik pecah antara dua kelompok yang mendukung calon kepala daerah berbeda selama Pilkada tahun 2024 di
Kabupaten Puncak Jaya
, di Papua Tengah. Menurut laporan polisi, kekacauan tersebut terjadi antara kelompok pendukung pasangan calon nomor urut 1 yang bernama Yuni Wonda dan Mus Kagoya dengan kelompok pendukung pasangannya dari nomor urut 2 yaitu Miren Kogoya serta Mendi Wonorengga.

Kepala Bidang Humas
Polda Papua
Komisaris Utama Ignatius Benny Ady Prabowo menyebut bahwa konflik pecah di Kecamatan Pagaleme pada hari Jumat, beberapa waktu yang lalu. “Sebanyak 59 individu menderita cedera akibat serangan anak panah,” ujar Ignatius ketika dihubungi, Minggu, tanggal 5 April 2025.

Di samping menyebabkan beberapa orang cedera, kerumunan itu juga membara berbagai tempat tinggal serta keenam hunian tradisional Honai yang dimiliki oleh penduduk Desa Usir, Kecamatan Pagaleme. Menurut Ignasius, situasi pada saat ini telah terpantau dengan baik. Satuan tugas bersama dari Polres Puncak Jaya dikirim untuk mencegah adanya lebih banyak konflik.

Ignasius menyebut bahwa perselisihan diantara kedua pihak tersebut merupakan lanjutan dari serangkaian konflik sebelumnya. Menurut Ignasius, pada tanggal 3 Maret kemarin, kedua belah pihak juga terlibat dalam peristiwa kerusuhan yang berakhir dengan evakuasi lebih dari ribuan penduduk setempat.

“Kami yang berwenang di bidang keamanan menyarankan agar kedua belah pihak menghentikan perselisihan ini,” ujarnya.

Perselisihan antara para penggemar mencapai puncak usai Mahkamah Konstitusi menerima gugatan dari paslon nomor urut 1, yakni Yuni Wonda-Mus Kagoya. Mereka menyatakan adanya transgresi yang direncanakan dengan baik, berkelanjutan, serta meluas. Salah satu tuduhan adalah dugaan perusakan dalam distribusi perlengkapan oleh pasangan calon nomor dua pada keempat wilayah tersebut.

Berdasarkan permintaan tersebut, MK menginstruksikan KPU untuk merekapitulasi kembali. Majelis Hakim menyuruh agar proses rekapitulasi ini dilaksanakan di 22 daerah Distrik yang ada di Puncak Jaya.

Sebelum hasil pemilihan kepala daerah di Puncak Jaya menjadi bahan sengketa, pasangan calon nomor dua yakni Miren Kogoya dan Mendi Wonerengga berhasil mendapatkan 111.079 suara yang mana lebih tinggi sebanyak 25.277 suara dari lawan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com