Film horor paling baru yang bertajuk Pabrik Gula sudah menyita perhatian cukup besar para pemirsa saat dirilis di masa Lebaran tahun 2025.
Movie ini dikarahi oleh Awi Suryadi dan dipemerankan oleh para aktor seperti Arbani Yasiz serta Erika Carlina.
Pengambilan gambar untuk film tersebut dilangsungkan di dua tempat pabrik gula yang berlainan, setiap lokasi memiliki kisah serta suasana tersendiri.
Tempat Pengambilan Gambar di Cirebon dan Klaten
Sutradara Awi Suryadi menetapkan dua pabrik gula menjadi tempat pengambilan gambar utama:.
1. Pabrik Gula Beroperasi di Cirebon, Jawa Barat
Faktanya pabrik tersebut tetap aktif dan beralamatkan di area Cirebon yang populer karena adanya perkebunan tebu yang sangat luas.
Pemilihan lokasi pabrik tersebut ditentukan oleh persyaratan adegan yang mencakup aktivitas pemotongan tebu serta pengukuran beratnya.
Namun, lantaran pabrik tersebut sedang dalam tahap operasional, staf produksi perlu menentukan jadwal pengambilan gambar supaya tak menggangu aktivitas pabrik.
Kami mengambil keputusan untuk menetapkan tempat ini berkat lingkungan alaminya yang mendukung narasi kami.
Namun, kita perlu sungguh-sungguh mempertimbangkan jadwal pabrik supaya tidak menggangu proses kerja mereka,” kata Awi Suryadi sebagaimana dilansir dari situs Kompas.com.
Faktor usia tua pabrik ini turut berperan besar di dalam sejarah industri gulanya Indonesia, dimulai dari pembangunannya pada masa abad ke-19 sampai dengan saat ini ia tetap aktif menjalani fungsinya.
Banyak peralatan dan metode yang diterapkan dalam operasional pabrik ini merupakan sisa dari masa penjajahan dan tetap dirawat secara menyeluruh hingga saat ini.
2. Pabrik Gula Nonaktif di Klaten, Jawa Tengah
Tempat produksi ini dijadikan pilihan utama guna menghasilkan suasana seram yang intens.
Pabrik ini terkenal seram dengan riwayat gelap yang meliputi peristiwa-peristiwa gaib saat pengambilan gambar.
Pabrik Gula Gondang Winangoen, yang ada di Klaten, mengakhiri kegiatan produksinya pada tahun 1960 dan saat ini telah menjelma sebagai lokasi historis yang mempesona bagi sineas horror.
“Tempat pengambilan gambar di pabrik gula yang sudah tak beroperasi itu menambah kesan seram yang mendalam. Seakan selalu ada yang memantau kita setiap saat,” jelas Arbani Yasiz.
Kejadian Mistis Selama Syuting
Saat proses pengambilan gambar di sebuah pabrik gula yang sudah tak beroperasi lagi, staf produksi menghadapi beberapa insiden ganjil, termasuk anggota kru dan para aktor yang terkena gunung roh serta merasa dikitari tanpa alasan jelas.
Arbani Yasiz berbagi ceritanya, mengungkapkan bahwa dia kerap kali merasa diperhatikan oleh seseorang saat sedang syuting di tempat tersebut.
“Banyak hal ganjil terjadi saat proses pengambilan gambar, dan ini menambah ketegangan situasi,” tambah pemeran karakter Fadhil tersebut.
Riwayat Pabrik Gula Gondang Winangoen
Pabrik Gula Gondang Winangoen berlokasi di Klaten dan menawarkan riwayat panjang yang bermula dari tahun 1860.
Faktorya ini didirikan saat zaman penjajahan Belanda dan bekerja menerapkan teknologi canggih untuk masanya.
(Note: The word “faktorya” was used here instead of translating directly as this could represent an old term for factory which might fit better with historical context)
(Alternative Paraphrase)
Pembangunan pabrik tersebut terjadi di era koloni milik Belanda serta menjalankan operasionalnya memakai peralatan berteknologi tinggi bagi zamannya.
Di zaman keemasannya, pabrik tersebut menjadi salah satu sentra produksi gula terbesar di Jawa Tengah.
Akan tetapi, seiring berlalunya waktu dan perkembangan industri, pabrik tersebut secara bertahap mengakhiri operasinya di tahun 1960.
Berdasarkan laporan dari Kompas, pabrik tersebut tak sekadar menciptakan dampak historis di bidang industri gula Indonesia, melainkan juga berubah menjadi lokasi yang dipenuhi legenda-legendanya sendiri.
“Tempat ini menampung berbagai kisah mistis yang menjadikannya destinasi unik untuk para sineastes. Latar waktu luarnya menciptakan aura kuat yang begitu dirasakan saat mengunjungi area tersebut,” papar seorang analis histori pabrik gula pada sesi dialog bersama Kompas.
(Kompas.com / Grid.id)