Sudah lama, perempuan mengalami berbagai tekanan dari lingkungan sekitar. Tekanan ini tidak hanya memengaruhi keputusan dalam hidup mereka, tetapi juga kesehatan jiwa. Mulai dari standar kecantikan hingga harapan-harapan lainnya.
Tekanan sosial sering kali memberatkan kehidupan perempuan secara terus-menerus. Berdasarkan laporan dari Geediting.com pada Sabtu (9/8), terdapat beberapa tekanan yang harus dihadapi oleh wanita. Memahami tekanan ini merupakan langkah awal untuk dapat mengatasinya.
Berikut ini tujuh tekanan sosial yang harus dihadapi wanita:
Tolong support kita ya,
Cukup klik ini aja: https://indonesiacrowd.com/support-bonus/
-
Standar Kecantikan
Masyarakat dan media sering kali menetapkan standar kecantikan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini menyebabkan wanita merasa tidak percaya diri. Tekanan tersebut dapat memicu masalah makanan dan rasa cemas.
-
Sindrom “Superwoman”
Perempuan diharapkan mampu “memiliki segalanya”, seperti karier yang cemerlang serta hubungan keluarga yang harmonis. Beban ini bisa memicu kelelahan berat. Ini merupakan tuntutan yang tidak masuk akal.
-
Kesenjangan Gaji
Meskipun memiliki kualifikasi yang sama, wanita sering menerima gaji yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Praktik diskriminasi ini dapat berdampak pada kestabilan finansial. Hal ini merupakan tantangan yang perlu terus diatasi.
-
Hukuman Keibuan
Wanita yang menjadi ibu sering menghadapi tantangan di lingkungan kerja. Mereka dianggap kurang setia pada jalur karier mereka. Hal ini menghambat perkembangan profesional mereka.
-
Tenaga Emosional
Perempuan sering diharapkan untuk menjaga perasaan dan kenyamanan orang-orang di sekitarnya. Beban emosional ini dapat menyebabkan kelelahan mental. Tekanan ini tidak terlihat, namun sangat nyata.
-
Takut pada Kekerasan
Wanita sering mengalami rasa takut terhadap kekerasan atau pelecehan. Rasa takut ini membatasi kemampuan mereka dalam melakukan berbagai aktivitas. Keadaan ini berdampak pada kesehatan jiwa.
-
Tekanan Usia
Terdapat tekanan signifikan terhadap wanita untuk menikah dan memiliki anak pada usia tertentu. Tekanan ini bisa menyebabkan rasa cemas atau stres. Hal tersebut memaksa perempuan untuk mengambil keputusan dalam hidup yang tidak mereka inginkan.
Tekanan sosial yang dialami perempuan adalah masalah yang rumit. Hal ini tidak hanya terkait dengan standar kecantikan, tetapi juga dengan harapan yang tidak adil di lingkungan kerja maupun keluarga. Mengatasi tekanan ini memerlukan perubahan dalam pandangan masyarakat.
Perubahan tidak hanya datang dari individu perempuan, tetapi juga dari masyarakat secara keseluruhan. Perempuan harus berani menentang harapan yang membatasi. Setiap perempuan memiliki hak untuk menentukan jalannya sendiri.